/home/smkn62jkt/public_html/e-perpus.smkn62jkt.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Boy Chandra%" ]
apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling embahagiakan? katamu.,setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan
Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu.
Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan, karena apa-apa,bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah salah.
Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan.Alasan bahwa hati patut dipertahankan.Namaun,cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda diantara kita.Dan,menetapi janji ternyata tak semudah mengucapkannya
Kelas pertama hari itu dimulai dengan perkenalan warga kelas. Seperti biasa, satu persatu menyebutkan namanya. Usai kelas pertama itu, aku mengajak Elsa keluar. Dia akan mentraktirku. Kami berjalan di koridor, menuju warung atau tempat menjual makanan yang sama-sama baru bagi kami. Aku menatap Elsa, dia juga menatapku.
Hujan pernah merebut seseorang dariku.Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku.Ia memaksa aku menjadi sendiri