/home/smkn62jkt/public_html/e-perpus.smkn62jkt.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 80" ]
Bind Value ⚒️: []
Tentang nasionalisme ini didasari oleh rasa keprihatinan yang dalam tentang kondisi politik Indonesia yang sepertinya telah 'menyimpang' dari cita-cita ideal kebangsaan yang dicanangkan oleh the founding fathers, yang ditandai oleh upaya Aceh dan Papua untuk memproklamirkan kemerdekaan mereka terpisah dari Indonesia.
Dewasa ini seiring dengan perkembangan budaya manusia, globalisasi informasi berkembang dengan pesat dan tidak dapat dibendung. Dampak dari globalisasi informasi ini adalah terjadinya peningkatan politik identitas dunia dan representasi di kalangan hampir seluruh masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik para founding fathers ketika negara Indonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjang kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalam aktualisasi nilai-nilainya.
Buku ini mencoba memberikan gambaran hilangnya karakter dan budaya bangsa Indonesia yang dikarenakan ketidaksiapan dalam menghadapi era globalisasi dan juga karena kurangnya penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai luhur pancasila.