/home/smkn62jkt/public_html/e-perpus.smkn62jkt.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 2810" ]
Bind Value ⚒️: []
Ada delapan menteri perempuan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK 2014-2019. Meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan era pemerintahan sebelumnya. Mungkinkah ini sebuah perwujudan dari semangat emansipasi yang dihembuskan Kartini sekian banyak dekade silam? Kedelapan Srikandi pilihan Jokowi bukanlah para perempuan biasa. Terlepas dari plus minusnya, mereka merupakan sederet perempuan yang …
Buku ini merupakan biografi Ummi Yoyoh Yusroh seorang perempuan yang dikarunia 13 anak dan aktivitasnya bersama keluarga dan aktivitasnya di masyarakat.
Buku yang berisi biografi tokoh ternama di Indonesia ini yaitu Jokowi memiliki pokok pembahasan, seperti tak kenal maka tak sayang, eksportir yang menjadi walikota, Solo di tangan Jokowi, efektifitas komunikasi politik Jokowi, dan lain sebagainya.
Demokrasi dapat berjalan baik, menurut Hatta, jika ada rasa tanggung jawab dan toleransi di kalangan pemimpin politik. Sebaliknya, kata dia, "Perkembangan politik yang berakhr dengan kekacauan, demokrasi yang berakhir dengan anarki, membuka jalan untuk lawannya: diktator." Kisah Muhammad Hatta adalah satu dari empat serita tentang pendiri republik: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir…
Di Bandunglah Soekarno mulai menabuh genderng perang melawan pemerintah kolonial Belanda; perjuangan yang membawanya ke sel Penjara Banceuy dan Sukamiskin, sebelum akhirnya dibuang jauh ke Ende, Flores. Di Bandung pula Soekarno menemukan cinta sejatinya yang pertama pada diri Inggit Ganarsih. Tanpa dukungan sepenuh hati dari perempuan yang ia juluki sebagai "Drupandi" ini, Soekarno mungkin tak …
Buku ini dihadirkan untuk kepentingan sejarah bagi perjuangan bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta, terutama ditunjukan kepada kaum muda sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab agar tercapainya cita-cita luhur rakyat Indonesia seperti yang digariskan dalam Trisakti Soekarno: Berdaulau di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang kebudayaan. Buku ini…
Buku ini dihadirkan untuk kepentingan sejarah bagi perjuangan bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta, terutama ditunjukan kepada kaum muda sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab agar tercapainya cita-cita luhur rakyat Indonesia seperti yang digariskan dalam Trisakti Soekarno: Berdaulau di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang kebudayaan. Buku ini…
Buku ini disusun berdasarkan pengalaman penulis selama mengajar tujuh tahun pada Akademi Industri Pariwisata (AKTRIPA) di Bandung. Dalam buku ini penulis mencoba menguraikan apa dan mengapa pariwisata itu dan dijelaskan pula lebih mendalam konsep pariwisata sebagai suatu industri sejak bentuk dan sifat produk yang dihasilkannya. Selain itu, dijelaskan pula sarana-sarana pokok, sarana penunjang …
Buku ini memberikan informasi perjalanan hemat untuk membuat sampai di tujuan dengan aman dan nyaman. Dilengkapi langkah-langkah aplikasi Visa Schengen, tips dan trik transportasi, akomodasi, dan konsumsi, baik secara umum maupun di tiap negara tujuan.
Tidak sekedar menyuguhkan gagasan-gagasan pencerahan, dalam buku ini pembaca juga bisa menguji konsistensi B.J. Habibie dalam berbagai gagasan yang pernah dilemparkannya. Ternyata gagasan yang telah melewati lintas waktum esensinya tidak berbeda seperti yang disampaikan 30 tahun yang lalu. Tentang keislaman, keindonesiaan, teknologi, nilai tambah, Pancasila, kodrat wanita dan lain-lain.