/home/smkn62jkt/public_html/e-perpus.smkn62jkt.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Ry Azzura%" ]
Waktu aku kecil, aku cengeng setiap kali sakit. Selain obat, keberadaan mama juga seperti vitamin yang membuatku lekas sembuh. Makan disuapin mama. Minum obat disuapin mama. Tidur dipeluk mama. Sekarang, mama sakit adalah overthinking terbesar saat aku jauh darinya, di rantau. Takut hal terburuk terjadi saat kami berjauhan.
Kata-kata itu mengakhiri mimpi misterius yang datang begitu saja. Apakah ini peringatan agar saya tidak terlalu ikut campur dengan keluarga tak kasatmata yang hadir di kantor?
Apa tujuan hidupmu? Kalau ditanyakan kepadaku saat remaja, aku pasti enggak bisa menjawabnya. Jangankan tujuan hidup. Cara belajar yang benar saja aku enggak tahu. Setiap hari aku sekolah lebih suka bertemu teman-teman dan bermain kartu. Aku enggak tahu apa yang menjadi passion-ku. Aku sekedar menjalani apa yang ibu pilihkan untukku, termasuk melanjutkan kuliah di Jerman. Tentu bukan keputu…
Dulu gua berpikir bahwa masbuk pun bisa menjadi sebuah potensi yang bisa jadi bahan iseng (waktu masih baru banget masuk pesantren).